Contoh (Belajar Bikin) Naskah/ Script Film Indie

by - Sunday, September 27, 2015

 Source : Clint Till
Udah lama aku nggak nulis sendiri ya, maklum lah lagi sibuk sekolah, banyak tugas wk.Ini sebagian dari tugas aku sih, bikin naskah beginian. Jujur di sekolah gak diajarin bikin secara kompleks kaya gini, ini aku pelajarin lewat satu buku yang aku baca pas SMP. Karna ini cuma belajar jadi ya, jangan tanya alurnya mau apa wk.


TANPA JUDUL


SCENE 1
INT. JELANG SIANG. RUANG TAMU
DEWI(16) sedang berdiri di ambang pintu sambil memandangi notebook yang tertutup dan tergeletak di atas meja di ujung ruangan. Ruangan yang tak seberapa luas itu masih tampak temaram karena jendelanya yang tertutup tirai.
DEWI
(Perlahan mendekati meja yang menopang laptop itu, dibukanya benda tersebut kemudian menekan tombol powernya, tangan kirinya memainkan flashdisk)
Laptop ini menjadi penyalur hobinya. Ya, sejak di sekolah menengah dia sudah mulai bergelut dengan benda yang satu ini. (VO)

FADE OUT  


SCENE 2
FLASHBACK
INT. SORE. RUANG TAMU
Terlihat BENI (16) sedang duduk lesehan menekuni laptop kesayangannya.
(VO DEWI)
Dia memang penyuka seni. Apalagi seni rupa, khususnya yang berhubungan dengan gambar. Apalagi di sekolah mengharuskannya untuk selalu berhubungan dengan hal seperti itu. Dia cukup pintar. Dia baik, walaupun terkadang menjengkelkan.

Kemudian terlihat DEWI (14) menenteng beberapa buku dan berjalan agak tergesa menghampiri BENI. Ditampakkannya wajah cemberut  sambil meletakkan buku-buku itu dengan sedikit kasar.
DEWI (14)
Kak?
(mengguncang lengan BENI yang masih sibuk dengan tugasnya)
BENI (16)
Hmmm, kenapa?
(matanya masih tertuju pada layar laptopnya yang menyala)
DEWI
Itu, kak. (nunjuk buku di samping laptop)
Tugasku besok dikumpulin. Bantuin.
(nada memelas dan agak manja)
BENI
(melirik sekilas buku di samping laptopnya dan kembali berkonsentrasi pada tugasnya)
Nanti, ya. Aku masih ngerjain tugasku sendiri. Masih kurang banyak.
DEWI
Ayolah, kak. (memelas)
BENI
Nanti DE. Aku masih sibuk, nih.
DEWI
Kakak rese.
(pergi ninggalin BENI, kemudian kembali lagi untuk ngambil bukunya dengan wajah tanpa dosa lalu kembali meninggalkan BENI bersama laptopnya)



FADE OUT

SCENE 3
INT. RUANG TAMU. PAGI
Terlihat BENI (18)  bersanding dengan laptopnya. Mengerjakan sesuatu yang tidak diketahui oleh DEWI, adik perempuannya. Sesekali terlihat DEWI yang sedang mencuri lihat dengan apa yang dikerjakan saudaranya itu.
(VO DEWI)
Kegemaran Kak BENI terhadap seni dan laptop makin menjadi setelah lulus sekolah.
Sering aku mendapatinya menerima tamu asing untuk memamerkan kegemarannya itu.

FADE OUT

SCENE 4
EXT. HALAMAN DEPAN. SORE
Tampak DEWI (16) baru pulang sekolah. Lalu terlihat BENI (18) menyalami seseorang, yang dalam hitungan detik saja sudah melesat bersama motornya, bahkan sebelum DEWI mencapai tempat terakhir BENI dan orang asing bersalaman.
DEWI
Lagi ngapain, Kak?
(nyamperin BENI yang sedang duduk memangku laptop di teras)
BENI
Ini, ngedit video.
Udah sana, ganti pakaian dulu.
DEWI
Wihh, Kakak bisa edit video juga ternyata.
BENI
Ya lumayanlah, DE.
lagian ini kan makanan sehari-hari aku pas di sekolah.
DEWI
Kakak keren. (mengancungkan kedua jempol)
Kak, editin tugas drama aku ya.
BENI
Kapan? Kalo hari ini aku nggak bisa.
DEWI
Buat besok, Kak.
Ayolah, Kak. Sekali ini aja.
(wajah memelas)
BENI
Iyadeh, iya.
Udah sana, masuk. Gangguin orang mulu.

FADE OUT

SCENE 5
INT. RUANG TAMU. PAGI
Tampak ruangan separuh kosong, hanya ada lima kursi kayu dan satu meja persegi panjang, serta sepasang meja dan kursi lagi di ujung ruangan dengan laptop menyala yang bertengger di atas meja. Lampu bohlam masih menerangi ruangan walaupun cahaya matahari sudah mengintip dari celah korden.
Kemudian lampu bohlam mati. Lalu terlihat BENI (18) memasuki ruangan, membuka korden, lalu berjalan menuju meja laptop dan kembali beraktivitas dengan benda kesayangannya itu.
Kemudian DEWI muncul dengan seragam SMA-nya, tas selempang di bahu kanannya dan menenteng beberapa buku paket. Dia tampak terburu-buru.
(VO IBU)
DEWI, sarapan dulu!
DEWI (16)
DEWI buru-buru, Bu.
(memakai sepatu asal-asalan lalu berjalan cepat dan kemudian menghilang di baling pintu depan)
IBU (40-AN)
(berjalan pelan ke arah meja BENI dengan membawa segelas susu di atas nampan kemudian gelas berisi susu itu diletakkan di sebelah laptop BENI)
DEWI DEWI, katanya mau sekolah, kok bukunya nggak dibawa.
(mengambil buku dan meletakkanya di meja ruang tamu)
BENI
Ntar juga balik dia. Tenang aja, Bu.
(jari-jarinya dengan gemas menekan-nekan keyboard laptopnya. Terlihat monitor laptopnya tertutup warna hitam, dan tulisan-tulisan yang tidak dia mengerti)
IBU
(mengampiri BENI)
Kenapa laptopnya, BEN?
BENI
Biasa, Bu, udah remuk dia. (nyengir)
IBU
Wajarlah, kan dipake.
Udahlah, nanti beli lagi. Sekarang ngurusin kebutuhan DEWI dulu.
(ngeloyor ke belakang dengan nampan di tangan kirinya)
BENI
(masih berusaha memperbaiki laptopnya)
Harus diinstal ulang nih kayanya.
(terlihat dia mengamankan file-file penting, termasuk tugas DEWI juga)

FADE OUT
FLASHBACK END

SCENE 6
INT. RUANG TAMU. PAGI
Kembali ke scene 1, yang kemudian diteruskan dengan DEWI yang tengah mencari file tugasnya. Namun nihil. Tak ada folder maupun file yang menyangkut namanya. Apalah daya, DEWI pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke sekolah dengan flashdisk kosong.

FADE OUT


SCENE 7
INT. KELAS. SIANG
Terlihat hiruk-pikuk sekolah yang pada dasarnya memang selalu seperti itu. Siswa yang berkeliaran saat jam kosong, atau bahkan gaduh saat ada guru pembimbing di kelasnya. DEWI melangkah gontai dari ujung koridor menuju kelasnya. Saat ia masuk kelas, ia disambut dengan senyum oleh teman-temannya.
RISKA (16)
Terima kasih, DE. kamu udah nyelametin kelompok kita.
(merangkul pundak DEWI dan mengajaknya duduk bersama teman sekelompoknya)
DEWI
Nyelametin apaan, file-nya aja nggak ada.
(wajah lesu ogah-ogahan)
KIKI
Kakak kamu tadi dateng ngasih file-nya.
Oh ya, kamu dari mana aja? Kasian Kakak kamu nyariin.
DEWI
Dia ke sini?
(nada terkejut dan lumayan nyaring)
Kelas dimulai. DEWI mendapat teguran dari teman-temannya karena teriakan spontannya tadi.


You May Also Like

0 comments